Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 16:28:25【Kabar Kuliner】364 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(4246)
Sebelumnya: PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan
Selanjutnya: Warga Taiwan Berbondong
Artikel Terkait
- SPPG Regional Kota Bengkulu: 68.950 siswa rasakan manfaat MBG
- Akademisi Kesehatan: Anak dan lansia rentan sakit saat pancaroba
- BPKP Kalbar awasi kualitas gizi dan akuntabilitas program MBG
- Sekjen ARUN harap dapur MBG bisa jadi pusat pembelajaran gizi seimbang
- Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta
- Guangxi sambut era baru industri ulat sutra yang lebih cerdas
- SPPG Polda Kalteng salurkan MBG pertama bagi 1.000 penerima manfaat
- Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Juara di Jakarta, Daiki Hashimoto haus ukir prestasi di panggung akbar
Resep Populer
Rekomendasi

KPK: OTT Bupati Ponorogo terkait mutasi dan rotasi jabatan

HMI: MBG dan antikorupsi jadi mesin penggerak ekonomi setahun Prabowo

Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan

Ahli: Hirup mikroplastik jangka panjang berisiko picu penyakit paru

Jarang diketahui, ini deretan khasiat bawang putih bagi tubuh

Polda Kalteng perdana distribusikan 1000 paket MBG di Palangka Raya

Ibu Negara Brasil bagikan indikator penting untuk nilai kesuksesan MBG

Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh